Kamis, 27 April 2017

Perdagangan Internasional

1. Pendapat tentang perdagangan internasional di era globalisasi
Diera globalisasi atau kebebasan,dimana setiap Negara didalam melakukan perdagangan tidak lagi dibatasi oleh batas teritori,maka kita dituntut untuk mampu berkompetisi dan berinovasi agar dapat bertahan dan tidak terpuruk dalam era globalisasi.dan salah satu teori perdagangan internasional yang perlu kita terapkan adalah dari:
Adam Smith(teori keunggulan mutlak),yaitu Negara akan memperoleh keunggulan mutlak,dikarenakan Negara tersebut mampu memproduksi barang dan jasa dengan biaya lebih rendah dari Negara lain.maupun terori dari.
Ricardian(kelebihan komparatif),yaitu Negara mengkhususkan dalam memproduksi apa yang mereka paling baik produksi.
dari kedua teori diatas kita akan gabungkan,bahwa kita akan memproduksi barang dan jasa dengan biaya relative rendah,tapi dengan kualitas baik dan benar-benar mempunyai keunggulan baik kualitas maupun kuantitas.insyaallah kita akan bisa bersaing dan bertahan di Era Globalisasi ini.
2. Penjelasan mengapa dolar menjadi standar pembayaran internasional
Bahwa pada akhir perang dunia ke-2, negara Eropa dan dunia mengalami kehancururan dan Amerika Serikat yang tidak ikut jatuh miskin memutuskan untuk membantu negara-negara tersebut dalam bentuk memberikan hutang atau pinjaman. Pinjaman tersebut dalam bentuk mata uang dolar. Dan sebagai jaminannya, negara-negara yang mau hutang harus menyerahkan emas kepada Amerika Serikat. Dengan begitu otomatis Amerika hampir menguasai emas seluruh dunia. Secara praktis, pasti dong jadilah dolar yang disokong emas dan dolar pula lah yang saat itu dipercaya sebagai mata uang. Dan Untuk menjadi mata uang internasional dibutuhkan pemilik yang kuat,dan hingga saat ini saya rasa hanya Amerika serikat dengan US Dolarnya lah yang merupakan Negara Terkuat,stabilitas Politik,Ekonomi,dan keamanannya terjaga.walaupun Ekonominya mulai diimbangi Tiongkok,tapi tidak semudah itu menggeser US Dolar karena jika hanya Kuat Mata Uangnya saja tanpa diimbangi kondisi Negara yang Stabil,semua akan sia-sia.Karena menjadi Mata Uang internasional dibutuhkan Kepercayaan Dunia,agar Dunia mau menggunakannya,itulah menurut saya mengapa sampai kini US Dolar masih jadi alat pembayaran internasional.
3. Penjelasan apakah Mata uang Euro Bisa menggantikan Us Dolar
Secara Ekonomi Euro bisa saja menggantikan Dolar,karena Euro memiliki kapasitas yang cukup besar dalam siklus perdagangan,investasi,dan perekonomian internasional.secara internal nilai tukar Euro yang begitu kuat setidaknya mampu mendorong investor untuk memperbanyak investasinya.serta keberhasilan cost and benefit Euro pun telah banyak dirasakan oleh beberapa anggotanya,meskipun diantaranya masih harus menyesuaikan.Dan secara Politis saya rasa masih cukup meragukan bahwa Euro mampu menjadi mata uang alternatif mengantikan US Dolar,karena mencari mata uang alternatif bukan hanya mengacu pada pertimbangan ekonomis,namun factor Politis akan tetap menjadi kekuatan dan legalitas dalam hubungan ekonomi politis.dan dalam teori keuangan internasional uang tidak hanya dianggap sebagai alat tukar dalam kepentingan ekonomi semata,namun sebagai alat untuk membentuk hegemoni,untuk mengendalikan interaksi struktur-struktur politik.dalam hal ini yang diperlukan adalah Political will dari negaraa/komunitas pemilik mata uang.

4. Prospek Rupiah bisa menduniab
Untuk jangka pendek mungkin Rupiah belum bisa berbuat apa-apa,tapi tidak menutup kemungkinan kelak Rupiah bisa menjadi mata uang dunia,asalkan ada peningkatan dan kestabilan kesejahteraan ekonomi serta didukung oleh kemajuan negara dan SDM yang ada di dalamnya.dan semua itu bisa terlaksana jika ada komitmen dan dukungan dari semua komponen Bangsa.
daftar pustaka
https://www.google.com.hk/amp/s/bopeng45blog.wordpress.com/2016/07/03/soal-dan-jawaban-perdagangan-internasional/amp/

Sabtu, 22 April 2017

PEREKONOMIAN INDONESIA

1.        1. Kekurangan dan Kelebihan masing-masing sektor
-          Sektor Pertanian
Kelebihan : memiliki elastisitas permintaan yang rendah, artinya harga berubah berapapun orang akan tetep membeli produk pertanian
Kekurangan : produksi nya konstan, sangat sulit ditingkatkan dan memiliki investasi yang mahal

-          Sektor Jasa
Kelebihan : dapat meraih keuntungan tinggi dengan frekuensi aktivitas yang lebih sering
Kekurangan : pada pasar persaingan sempurna, tiap orang akan berkompetisi untuk menurunkan harga serendah mungkin, hal ini karena elastisitas permintaan yang tinggi, atau saat harga berubah sedikit maka permintaan akan berubah drastis 

-          Sektor Industri
Kelebihan : Merupakan salah satu penopang perekonomian bangsa karena skala nya yang sangat besar, mengurangi pengangguran, transfer teknologi
Kekurangan :  investasi yang tinggi, dan sangat sensitif terhadap kondisi makro seperti deflasi
2. Hubungan antara pembangunan dangan perubahan struktur ekonomi 

   Menurut pendapat saya pembangunan tanpa adanya perubahan struktur ekonomi tentu tidak bisa. Karena dari masa ke masa pasti akan terjadi perubahan dan sifatnya dinamis. Setiap pergantian kepemerintahan suatu negara pasti juga akan mengalami perubahan, karena pemerintah yang baru akan merevaluasi atau mengoreksi pembangunan yang terjadi pada masa sebelumnya dan terjadilah perubahan. 
Dalam pembangunan akan terjadi perubahan struktur ekonomi di suatu negara. Yang dimaksud dengan struktur ekonomi adalah pembagian dua bidang ekonomi. Pertama, ada yang membaginya berdasarkan tiga sektor  bidang yang berbeda yaitu sektor pertanian, sektor industri, sektor jasa. Bidang kedua berdasarkan sektor yang utama sampai dengan sektor pelengkap yaitu sektor primer yang terdiri atas pertanian, kehutanan perikanan dan pertambangan; sektor sekunder yang terdiri atas bidang pengangkutan dan perhubungan, pemerintahan, perdagangan, dan jasa-jasa perseorangan.
   Teori perubahan struktural menitik beratkan pembahasan pada mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh Negara berkembang, yang semula lebih bersifat subsisten dan menitikberatkan pada sektor pertanian menuju ke struktur perekonomian yang lebih modern dan didominasi oleh sektor-sektor non primer. 

3. Pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan tanpa menghiraukan kelestarian lingkungan 

   Menurut pendapat saya seharusnya tidak boleh hanya melakukan pembangunan untuk mengejar pertumbuhan dengan tidak menghiraukan kelestarian linkungan. Jika ingin melakukan pembangunan patutlah kita memikirkan resiko yang akan timbul atau dampaknya pada lingkungan. Memang kita harus mengejar pembangunan untuk dapat meningkatkan pertumbuhan. Tumbuhnya pabrik-pabrik lokal maupun asing di Indonesia juga berdampak pada bertambahnya lapangan pekerjaan sehingga pertumbuhan ekonomi pun otomatis juga akan meningkat. Tapi yang mengecewakan ketika beberapa pabrik-pabrik tersebut tidak menghiraukan kelestarian lingkungan alam dengan membuang limbah cair ke sungai tanpa proses pengelolaan limbah yang berwawasan lingkungan. Hal ini akan merugikan manusia dan juga ekosistem di sekitar lingkungan tersebut. Salah satu hal yang diupayakan pemerintah dalam mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan cara memusatkan pabrik-pabrik dalam satu kawasan yang disebut kawasan industri. Di Indonesia ada banyak kawasan industri, misalnya kawasan industri gresik, kawasan industri rungkut dan masih banyak lagi. Langkah ini dirasa efektif dalam mengurangi kerusakan lingkungan alam karena industri-industri besar dipusatkan dalam satu wilayah dan otomatis polusi yang dihasilkan tidak akan menyebar samppai permukiman penduduk. Biasanya suatu kawasan industri dilengkapi oleh sistem pengolah limbah, jadi dengan adanya sistem tersebut dampak negatif tersebut bisa diminimalkan.



daftar pustaka :

Senin, 10 April 2017

  1.  KAITAN ANTARA PENDUDUK, TENAGA KERJA, DAN PENGANGGURAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI

Menurut pendapat saya Studi yang dilakukan oleh ekonom Arthur Okun mengindikasikan hubungan negatif antara pertumbuhan ekonomi dengan pengangguran, sehingga semakin tinggi tingkat pengangguran, semakin rendah tingkat pertumbuhan ekonomi. Semakin banyak jumlah penduduk di suatu Negara namun penduduknya tidak produktif untuk menjadi seorang tenaga kerja atau menjadi pengangguran, maka pertumbuhan ekonominya akan terhambat. Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia.


2. ALASAN INDONESIA MENGGUNAKAN INDIKATOR KEMISKINAN ABSOLUT 


            Menurut pendapat saya Indonesia menggunakan indikator kemiskinan absolut karena melihat setiap masyarakatnya dari kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok setiap masyarakat seperti sandang, pangan, pemukiman, pendidikan dan kesehatan. Jika pendapatan seseorang dibawah pendapatan minimal untuk memenuhi kebutuhan pokok maka ia disebut miskin.  

Kemiskinan absolute dimana kemiskinan jenis ini berhubungan dengan garis kemiskinan yang didefinisikan secara internasional atau national pengukurnya, misalnya dengan pendapatan (1$) perhari. Orang yang pendapatannya di bahwa 1$ dapat di kategorikan sebagai kelompok orang miskin. Kelompok orang miskin karena adanya garis kemiskinan tersebut dikatakan sebagai miskin absolut. Kesulitan konsep kemiskinan absolute adalah menentukan komposisi tingkat kebutuhan minimum karena dua hal tersebut tidak hanya di suatu Negara adat kebiasaan saja tetapi juga oleh iklim tingkat kemajuan suatu Negara dan berbagai faktor ekonomi lainya.


3. LIMA PENYEBAB KEMISIKINAN

   Kemisikinan dapat disebabkan oleh beberapa penyebab berikut:

1.      Penyebab individual, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin.

2.  Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.

3. Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya.
                                                                                                     
4. Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi.

5. Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.


sumber:

Buku Perekonomian Indonesia, karya : Dumairy, Erlangga 1997

Minggu, 02 April 2017

PEMBANGUNAN EKONOMI

Sumber Pembiayaan Pembangunan
Menurut Sukirno dan Wiranto, sumber dana untuk pembangunan dibedakan menjadi dua sumber, yaitu sumber dalam negeri dan luar negeri. Sumber pembiayaan dari dalam negeri adalah sebagai berikut :
a.       Tabungan Sukarela Masyarakat
Tabungan sukarela adalah bagian dari pendapatan yang diterima masyarakat yang dengan sukarela tidak digunakan untuk konsumsi. Tujuannya misalnya sekedar untuk disimpan (bourding), ditabung di lembaga keuangan, di pinjamkanpada anggota masyarakat yang lain, serta untuk penanaman modal yang produktif serta ditabung di lembaga keuangandan dialirkan kepada pemakai modal untuk penanaman modal produktif.
b.      Tabungan Pemerintah
Tabungan Pemerintah adalah keseluruhan pendapatan pemerintah (dari pajak dan pendapatan lain) dikurangi dengan pengeluaran rutin. Untuk meningkatkan tabungan pemerintah terdapat dua cara. Pertama mencari sumber-sumber penerimaan pajak baru, dan kedua memperbaiki administrasi pungutan pajak.
c.       Tabungan Paksa
Tabungan paksa ini didasari oleh anggaran yang defisit. Untuk menanggulangi defisit anggaran pemerintah memerlukan pinjaman ke masyarakat, badan –badan keuangan di luar bank komersial (perusahaan asuransi, pasar modal, dan sebagainya), bank komersial dan bank sentral serta dengan mencetak uang baru. Hal ini bisa berakibat naiknya angka inflasi. Oleh karena itu, pengarahan dana pembangunan yang demikian dinamakan sebagai tabungan paksa (fotced seving).
d.      Hasil dari Perdagangan Luar Negeri
Hasil dari perdagangan luar negeri akan diperoleh bila penerimaan lebih besar dari pengeluaran. Artinya, jumlah ekspor harus lebih besar dibandingkan jumlah impor.
Pembangunan Berwawasan Lingkungan
·         Menghormati dan memelihara Komunitas Kehidupan
·         Memperbaiki Kualitas Hidup manusia
·         Melestarikan daya Hidup dan Keragaman Bumi
·         Menghindari Pemborosan Sumber daya yang tidak dapat deperbaharui
·         Berusaha tidak melampaui Kapasitas daya dukung Bumi
·         Mengubah sikap dan Gaya Hidup orang per orang
·         Mengdukung Kreativitas Masyarakat untuk memelihara lingkungannya Sendiri
·         Menyediakan Kerangan Kerja Nasional yang memadukan upaya Pembangunan dan Pelestarian
·         Menciptakan Kerja sama Global
Contoh Pembangunan Berwawasan Lingkungan
1.       Membuat pembangunan hotel dan kawasan hiburan di tepi pantai, tetapi tidak merusak hutan mangrove di sekitarnya.
2.       Pembangunan yang bermanfaatkan lingkungan sekitar tanpa merusaknya, misalnya membuat rumah yang memanfaatkan cahaya matahari sebagai penerangan, pepohonan disekitar rumah sebagai penyejuk dan memanfaatkan air hujan sebagai air siram tanaman.
3.       Memanfaatkan sampah bekas sebelum di buang dan menggunakan sebagai barang kerajinan.
4.       Summerecon Bekasi akan menjadi ikon kawasan hunian dan komersial terbaik di Bekasi.
5.       Unnes memiliki pilar konservasi yaitu Green Architecture (arsitektur hijau)
Komponen Pendapatam Nasional

  Dalam perhitungan pendapatan nasional, dikenal beberapa komponen. Berikut pembahasan masing-masingnya.

A.     Produk Nasional Bruto (PNB) = Gross National Product (GNP)

   GNP merupakan standar umum untuk mengukur kegiatan ekonomi dalam suatu negara. Di dalam Produk Nasional Bruto atau GNP, nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara selama satu periode tertentu dihitung untuk melihat besarnya pendapatan nasional.
   Yang dihitung dalam GNP adalah produksi yang dilakukan oleh penduduk negara yang bersangkutan, baik yang berada di dalam maupun di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang asing yang sedang berada di negara tersebut tidak dihitung. Namun, barang dan jasa yang dihasilkan penduduk negara tersebut di luar negeri akan diterima kembali dan transaksi penerimaan kembali itu disebut sebagai "pembayaran luar negeri."
   Barang dan jasa yang dihitung dengan menggunakan GNP adalah hanya barang dan jasa yang final atau akhir saja. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi perhitungan berulang. Contoh: kita tidak menambahkan harga sebuah chip pada harga sebuah komputer. Namun, harga yang harus dibayar oleh konsumen pembeli komputer itu sudah termasuk harga chip tersebut.
   GNP juga hanya memperhitungkan barang-barang yang baru saja. Penjualan mobil bekas atau penjualan telepon selular second, tidak diperhitungkan dalam GNP. Hal ini dilakukan karena semacam itu tidak menambah produksi negara, namun hanya memindahtangankan produk dari satu orang ke orang yang lain.

Menghitung GNP
    Dalam menghitung GNP, para ahli ekonomi, mengukur aktivitas ekonomi dalam empat hal, yaitu:
1. Pengeluaran Konsumen
   Yang digolongkan dalam kegiatan konsumen merupakan barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen untuk kegunaan langsung mereka. Contohnya: sabun, sikat gigi, dan sebagainya.
2. Pengeluaran Produsen atau Bisnis
   Dalam melakukan bisnisnya, para produsen melakukan berbagai aktivitas ekonomi dengan menggunakan berbagai peralatan, mesin-mesin, bangunan, dan sebagainya yang digunakan untuk memproduksi barang.
3. Pengeluaran Pemerintah
   Untuk menggerakkan kegiatan ekonomi, pemerintah memproduksi dan membeli berbagai jasa dan barang. Barang dan jasa itu beragam, mulai dari peralatan kantor hingga pesawat terbang.
4. Pengeluaran untuk pembelian barang dan jasa ekspor (Ekspor Netto)
   Ekspor Netto merupakan selisih antara ekspor dan impor. Angka ini bisa positif, juga bisa negatif. Tergantung apakah negara itu lebih banyak mengekspor daripada mengimpor ataukah lebih banyak mengimpor daripada mengekspor.
   Perlu untuk diingat bahwa statistik yang digunakan untuk mengukur GNP hanya bisa akurat dalam beberapa hal saja. GNP bagus untuk mengetahui hal-hal yang bersifat kuantitatif. Untuk mencari tahun berapa banyak pengeluaran konsumsi oleh pemerintah, GNP merupakan sumber yang dapat diandalkan.
  Meskipun demikian, GNP tidak memasukkan beberapa kegiatan ekonomi. Seorang pekerja yang tidak dibayar tidak akan dihitung dalam GNP meskipun hasil kerjanya menambah output nasional. Jadi, jika seorang siswa bekerja membantu orang tuanya menjaga warung dan ia dibayar, maka pendapatannya termasuk ke dalam GNP.
   Sebaliknya, jika seorang siswa bekerja menjaga rumah tetangga tanpa dibayar, maka tidak ada tambahan di dalam GNP.
   Dari keterangan di atas, kita bisa melihat bahwa untu menghitung GNP kita harus melihat pada empat hal, yaitu pengeluaran konsumen rumah tangga, produsen, pemerintah, dan ekspor impor. Meskipun demikian, ada cara lain untuk mengukur GNP, yaitu dengan menghitung pendapatannya. Bila GNP dihitung dengan cara ini, maka ada empat jenis pendapatan yang dihitung, yaitu:
1. Gaji, termasuk semua jenis pendapatan buruh.
2. Bunga yang diperoleh oleh rumah tangga.
3. Sewa yang diterima oleh individu sebagai pembayaran sewa toko, rumah, dan lain-lain.
4. Keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan.

B.      Produk Domestik Bruto (PDB) = Gross Domestic Product (GDP)

   Jika kamu diminta untuk menilai kondisi keuangan seseorang, maka hal yang pertama kali kamu lihat adalah berapa banyak uang yang dimiliki atau berapa banyak pendapatannya. Orang yang memiliki pendapatan tinggi relatif mudah untuk mencukup berbagai kebutuhan hidup dan menikmati gaya hidup mewah. Jadi, orang yang memiliki pendapatan tinggi akan menikmati standar hidup yang tinggi berarti rumah yang bagus dan besar, perawatan kesehatan yang bermutu tinggi, mobil yang bagus, sekolah dengan mutu baik, berekreasi ke tempat yang menarik, dan lain-lain.
   Logika yang sama juga berlaku pada perekonomian negara. Untuk melihat apakah suatu negara kaya atau miskin, pertama yang kita lihat adalah berap banyak pendapatan total semua orang yang tinggal di negara tersebut. Itulah yang dihitung dalam konsep PDB atau GDP.
   Produk Domestik Bruto atau GDP adalah nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara selama satu periode tertentu. Meskipun demikian, sebenarnya GDP menghitung dua hal sekaligus, yakni pendapatan total setiap orang dalam suatu perekonomian, serta pengeluaran total atas seluruh output (berupa barang dan jasa) dari perekonomian negara tersebut.
   GDP berbeda dengan GNP karena GDP tidak memperhitungkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk negara bersangkutan yang berada di luar negeri. Namun, GDP  memperhitungkan produksi yang dihasilkan oelh warga negara asing yang berada di negara tempat ia tinggal. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang asing akan dikembalikan ke negara asalnya, dan transaksinya dinamakan "pembayaran ke luar negeri".

Menghitung GDP
  Cara menghitung GDP secara sederhana juga ada dua.
1. Menjumlahkan pengeluaran total yang dilakukan oleh rumah tangga.
2. Menjumlahkan pendapatan total berupa upah, sewa, dan laba yang dibayarkan oleh perusahaan.
3. Menjumlahkan nilai tambah barang dan jasa yang diproduksi.
   Meskipun demikian, ada beberapa hal yang tidak dapat dihitung oleh GDP. Karena GDP menggunakan harga pasar untuk menilai berbagai barang dan jasa, maka GDP tidak mampu mengukur nilai berbagai hal penting yang tidak masuk ke pasar. Secara khusus, GDP menghilangkan nilai barang dan jasa yang diproduksi di rumah. Masakan yang dibuat di restoran oleh koki ikut menjadi bagian dari GDP. Namun, ibu memasak makanan di rumah tidak ikut dimasukkan ke dalam perhitungan GDP. Ketika seorang anak dirawat di rumah sakit, maka biayanya ikut dihitung dalam GNP. Namun bila perawatan anak yang sakit itu dilakukan di rumahnya, maka perawatannya tidak dihitung dalam GDP.
   Hal lain yang tidak dimasukkan ke dalam penghitungan GDP adalah kualitas lingkungan hidup. Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika pemerintah menghapus semua peraturan perlindungan lingkungan hidup untuk memacu produksi barang dan jasa. Perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan produksi tanpa mempedulikan lingkungan hidup. GDP akan naik, namun pada saat yang bersamaan pencemaran lingkungan akan naik juga. Kalau hal ini terjadi, kemungkinan kesejahteraan penduduk juga akan merosot.

C.    Produk Nasional Netto (PNN) = Net National Product (NNP)

    Pada dasarnya, nilai suatu benda dalam jangka waktu tertentu dapat menurun karena terus menerus dipakai. Misalnya mobil. Harga mobil yang telah dipakai setahun tentu saja berbeda dengan mobil yang baru saja keluar dari pabrik dan belum pernah dipakai sebelumnya. GNP tidak memperhitungkan hal ini. GNP tidak memperhitungkan depresiasi atau penyusutan nilai dari suatu barang tertentu.
   Karena itulah ada istilah Produk Nasional Netto (PNN) atau Net National Product (NNP).
   Produk Nasional Netto atau NNP adalah GNP dikurangi penyusutan barang-barang modal yang ada selama satu periode tertentu. Jumlah NNP sama dengan jumlah pendapatan Rumah Tangga Konsumsi sebagai imbalan atas penyerahan faktor produksi sehingga NNP disebut juga dengan Pendapatan Nasional Netto atau NNI (Net National Income). Namun demikian, jumlah ini belum seluruhnya diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi (pemilik faktor produksi) sebab masih harus dikurangi lagi dengan pajak tidak langsung.

D.     Pendapatan Nasional (PN) = National Income (NI)
  Pendapatan Nasional adalah NNP atau NNI dikurangi pajak tidak langsung. Jumlah inilah yang diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi (pemilik faktor produksi). Dengan kata lain, Pendapatan Nasional adalah imbalan yang diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi dalam suatu negara atas penyerahan faktor-faktor produksi selama satu periode.
   Seperti GNP dibagi dalam empat area aktivitas ekonomis, NI dibagi menjadi lima tipe pendapatan, yaitu:
1. Upah dan gaji yang dibayarkan kepada pekerja.
2. Pendapatan yang didapat oleh seorang wiraswasta atau individu, termasuk petani dan pemilik perusahaan perseorangan.
3. Pendapatan dari sewa
4. Keuntungan perusahaan
5. Bunga dari simpanan dan investasi yang diterima oleh individu.

E.      Pendapatan Perseorangan (PP) = Personal Income (PI)
   Pendapatan perseorangan atau PI adalah NI dikurangi jaminan sosial, laba ditahan, pajak laba perusahaan, ditambah pembayaran pindahan (transfer payment).
   Yang dimaksud dengan pembayaran pindahan adalah pembayaran untuk kesejahteraan atau tunjangan lain, seperti kompensasi untuk pengangguran, jaminan sosial, dan asuransi kesehatan, yang diperuntukkan bagi individu yang diatur oleh negara. Pembayaran pindahan ini menambah penghasilan seseorang, namun tidak dapat dikatakan bahwa produktifitas orang tersebut bertambah sejumlah pembayaran pindahan tersebut.

F.       Pendapatan Bebas (PB) = Disposable Income (DI)

   Pendapatan Bebas atau DI adalah pendapatan yang betul-betul menjadi hak mutlak penerima, atau dengan kata lain pendapatan yang siap dibelanjakan dengan bebas. Besar Pendapatan Bebas sama dengan PI dikurangi pajak tidak langsung.

Referensi :

Kamis, 16 Maret 2017

SISTEM EKONOMI


Pengertian Sistem Ekonomi
Yang dimaksud sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran atau kesejahteraan.
Menurut Gilarso (1992:486) sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.
Sedangan McEachern berpendapat bahwa sistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom).
Berikut ini macam-macam sistem ekonomi yang berlaku di dunia :

1. SISTEM EKONOMI TRADISIONAL

Masyarakat yang mempunyai sistem ekonomi tradisional adalah masyarakat yang belum ada pembagian kerja, cara mendapatkan barang dengan barter (natura), belum mengenal uang sebagai alat pembayaran, produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri/masyarakat.
2. SISTEM EKONOMI KERAKYATAN

Sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia bardasar atas demokrasi ekonomi, artinyaproduksi dikerjakan oleh semua masyarakat, dan untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang. Sistem ekonomi di Indonesia berdasar Pancasila, UUD 1945, serta GBHN, sehingga disebut sebagai “sistem ekonomi berdasar demokrasi ekonomi Pancasila”.

3. SISTEM EKONOMI LIBERAL

Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem di mana negara memberi kebebasan kepada setiap orang untuk mengadakan kegiatan ekonomi. Sistem ini berdasar pada teori yang dikemukakan oleh Adam Smith (1723–1790) dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nations, yang diterbitkannya pada tahun 1776, dengan ajaran pokoknya memberikan kebebasan perseorangan di setiap sektor ekonomi.
4. SISTEM EKONOMI TERPUSAT/SOSIALIS
Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi di mana seluruh kebijakan perekonomian ditentukan oleh pemerintah sedangkan masyarakat hanya menjalankan peraturan yang ditentukan. Sistem ekonomi ini berdasar pada teori yang dikemukakan oleh Karl Marx dalam bukunya yang berjudul ‘Das Kapital’ tahun 1867. Jadi sistem ini lebih bersifat memerintah, karena campur tangan pemerintah di bidang ekonomi melakukan pembatasan-pembatasan atas kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.

5. SISTEM EKONOMI CAMPURAN (SOSIALIS DAN LIBERALIS)

Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem liberal dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang juga berarti garis antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Pada sistem ekonomi campuran, antara pemerintah dengan masyarakat atau swasta bersama-sama untuk ikut meningkatkan kegiatan perekonomian. Pemerintah sebagai pengendali dan stabilisator kegiatan ekonomi, sedangkan masyarakat diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

Landasan perekonomian di Indonesia.
Menurut Landasan idiil Sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila. Artinya sitem ekonomi itu berorientasi kepada :
1.       Ketuhanan Yang Maha Esa (Adanya moral agama,bukan materialisme)
2.       Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (Tanpa ada eksploitasi)
3.       Persatuan Indonesia (Adanya kebersamaan,kekeluargaan dan Nasionalisme)
4.       Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan( mementingkan hajat hidup orang banyak)
5.       Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia(Adanya kesetaraan)
Dengan demikian maka sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya etik dan moral agama, bukan materialisme); Kemanusiaan yang adil dan Beradab (tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi); Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan,Asas kekeluargaan, sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi dalam ekonomi); Kerakyatan (mengutamakan kehidupan ekonomi rakyuat dan hajat hidup orang banyak); serta Keadilan Sosial (persamaan/emansipasi, kemakmuran masyarakat yang utama  bukan kemakmuran orang-seorang).
Dari butir-butir di atas, keadilan menjadi sangat utama di dalam sistem ekonomi Indonesia. Keadilan merupakan titik-tolak, proses dan tujuan sekaligus.
Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal utama bertumpunya sistem ekonomi Indonesia yang berdasar Pancasila, dengan kelengkapannya, yaitu Pasal-pasal 18, 23, 27 (ayat 2) dan 34.
Berdasarkan TAP MPRS XXIII/1966, ditetapkanlah butir-butir Demokrasi Ekonomi (kemudian menjadi ketentuan dalam GBHN 1973, 1978, 1983, 1988), yang meliputi penegasan berlakunya Pasal-Pasal 33, 34, 27 (ayat 2), 23 dan butir-butir yang berasal dari Pasal-Pasal UUDS tentang hak milik yuang berfungsi sosial dan kebebasan memilih jenis pekerjaan. Dalam GBHN 1993 butir-butir Demokrasi Ekonomi ditambah dengan unsur Pasal 18 UUD 1945. Dalam GBHN 1998 dan GBHN 1999, butir-butir Demokrasi Ekonomi tidak disebut lagi dan diperkirakan /dikembalikan ke dalam Pasal-Pasal asli UUD 1945.
Landasan normatif-imperatif ini mengandung tuntunan etik dan moral luhur, yang menempatkan rakyat pada posisi mulianya, rakyat sebagai pemegang kedaulatan, rakyat sebagai ummat yang dimuliakan Tuhan, yang hidup dalam persaudaraan satu sama lain, saling tolong-menolong dan bergotong-royong.

Pengambilan Kebijakan yang Lebih Penting Dalam Pembangunan
  Pertumbuhan ekonomi mempunyai arti penting. Petumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama atau suatu keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Karena jumlah penduduk bertambah setiap tahun yang dengan sendirinya kebutuhan konsumsin sehari-hari juga bertambah setiap tahun, maka dibutuhkan penambahan pendapatan setiap tahun. Jadi menurut saya, akan lebih baik jika lebih mementingkan pertumbuhan ekonomi terlebih dahulu. Ketika pertumbuhan ekonomi sudah tinggi, maka kelangsungan pemerataan pembangunan dapat dicapai.