Sumber Pembiayaan Pembangunan
Menurut Sukirno dan Wiranto, sumber dana untuk pembangunan dibedakan
menjadi dua sumber, yaitu sumber dalam negeri dan luar negeri. Sumber
pembiayaan dari dalam negeri adalah sebagai berikut :
a.
Tabungan
Sukarela Masyarakat
Tabungan sukarela adalah bagian dari pendapatan yang diterima masyarakat
yang dengan sukarela tidak digunakan untuk konsumsi. Tujuannya misalnya sekedar
untuk disimpan (bourding), ditabung di lembaga keuangan, di pinjamkanpada
anggota masyarakat yang lain, serta untuk penanaman modal yang produktif serta
ditabung di lembaga keuangandan dialirkan kepada pemakai modal untuk penanaman
modal produktif.
b.
Tabungan
Pemerintah
Tabungan Pemerintah adalah keseluruhan pendapatan pemerintah (dari pajak
dan pendapatan lain) dikurangi dengan pengeluaran rutin. Untuk meningkatkan
tabungan pemerintah terdapat dua cara. Pertama mencari sumber-sumber penerimaan
pajak baru, dan kedua memperbaiki administrasi pungutan pajak.
c.
Tabungan
Paksa
Tabungan paksa ini didasari oleh anggaran yang defisit. Untuk menanggulangi
defisit anggaran pemerintah memerlukan pinjaman ke masyarakat, badan –badan keuangan
di luar bank komersial (perusahaan asuransi, pasar modal, dan sebagainya), bank
komersial dan bank sentral serta dengan mencetak uang baru. Hal ini bisa
berakibat naiknya angka inflasi. Oleh karena itu, pengarahan dana pembangunan
yang demikian dinamakan sebagai tabungan paksa (fotced seving).
d.
Hasil
dari Perdagangan Luar Negeri
Hasil
dari perdagangan luar negeri akan diperoleh bila penerimaan lebih besar dari
pengeluaran. Artinya, jumlah ekspor harus lebih besar dibandingkan jumlah impor.
Pembangunan Berwawasan Lingkungan
·
Menghormati
dan memelihara Komunitas Kehidupan
·
Memperbaiki
Kualitas Hidup manusia
·
Melestarikan
daya Hidup dan Keragaman Bumi
·
Menghindari
Pemborosan Sumber daya yang tidak dapat deperbaharui
·
Berusaha
tidak melampaui Kapasitas daya dukung Bumi
·
Mengubah
sikap dan Gaya Hidup orang per orang
·
Mengdukung
Kreativitas Masyarakat untuk memelihara lingkungannya Sendiri
·
Menyediakan
Kerangan Kerja Nasional yang memadukan upaya Pembangunan dan Pelestarian
·
Menciptakan
Kerja sama Global
Contoh Pembangunan Berwawasan Lingkungan
1.
Membuat pembangunan hotel dan kawasan hiburan di tepi pantai, tetapi tidak
merusak hutan mangrove di sekitarnya.
2.
Pembangunan yang bermanfaatkan lingkungan sekitar tanpa merusaknya,
misalnya membuat rumah yang memanfaatkan cahaya matahari sebagai penerangan,
pepohonan disekitar rumah sebagai penyejuk dan memanfaatkan air hujan sebagai
air siram tanaman.
3.
Memanfaatkan sampah bekas sebelum di buang dan menggunakan sebagai barang
kerajinan.
4.
Summerecon Bekasi akan menjadi ikon kawasan hunian dan komersial terbaik di
Bekasi.
5.
Unnes memiliki pilar konservasi yaitu Green Architecture (arsitektur hijau)
Komponen
Pendapatam Nasional
Dalam perhitungan pendapatan nasional,
dikenal beberapa komponen. Berikut pembahasan masing-masingnya.
A. Produk Nasional Bruto
(PNB) = Gross National Product (GNP)
GNP
merupakan standar umum untuk mengukur kegiatan ekonomi dalam suatu negara. Di
dalam Produk Nasional Bruto atau GNP, nilai semua barang dan jasa yang
diproduksi oleh suatu negara selama satu periode tertentu dihitung untuk
melihat besarnya pendapatan nasional.
Yang dihitung dalam
GNP adalah produksi yang dilakukan oleh penduduk negara yang bersangkutan, baik
yang berada di dalam maupun di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan
oleh orang asing yang sedang berada di negara tersebut tidak dihitung. Namun,
barang dan jasa yang dihasilkan penduduk negara tersebut di luar negeri akan
diterima kembali dan transaksi penerimaan kembali itu disebut sebagai
"pembayaran luar negeri."
Barang dan jasa
yang dihitung dengan menggunakan GNP adalah hanya barang dan jasa yang final
atau akhir saja. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi perhitungan berulang.
Contoh: kita tidak menambahkan harga sebuah chip pada harga sebuah komputer.
Namun, harga yang harus dibayar oleh konsumen pembeli komputer itu sudah
termasuk harga chip tersebut.
GNP juga hanya
memperhitungkan barang-barang yang baru saja. Penjualan mobil bekas atau
penjualan telepon selular second, tidak diperhitungkan dalam GNP. Hal ini
dilakukan karena semacam itu tidak menambah produksi negara, namun hanya
memindahtangankan produk dari satu orang ke orang yang lain.
Menghitung GNP
Dalam menghitung
GNP, para ahli ekonomi, mengukur aktivitas ekonomi dalam empat hal, yaitu:
1. Pengeluaran Konsumen
Yang digolongkan
dalam kegiatan konsumen merupakan barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen
untuk kegunaan langsung mereka. Contohnya: sabun, sikat gigi, dan sebagainya.
2. Pengeluaran Produsen atau Bisnis
Dalam melakukan
bisnisnya, para produsen melakukan berbagai aktivitas ekonomi dengan
menggunakan berbagai peralatan, mesin-mesin, bangunan, dan sebagainya yang
digunakan untuk memproduksi barang.
3. Pengeluaran Pemerintah
Untuk menggerakkan
kegiatan ekonomi, pemerintah memproduksi dan membeli berbagai jasa dan barang.
Barang dan jasa itu beragam, mulai dari peralatan kantor hingga pesawat
terbang.
4. Pengeluaran untuk pembelian barang dan jasa ekspor
(Ekspor Netto)
Ekspor Netto
merupakan selisih antara ekspor dan impor. Angka ini bisa positif, juga bisa
negatif. Tergantung apakah negara itu lebih banyak mengekspor daripada
mengimpor ataukah lebih banyak mengimpor daripada mengekspor.
Perlu untuk diingat
bahwa statistik yang digunakan untuk mengukur GNP hanya bisa akurat dalam
beberapa hal saja. GNP bagus untuk mengetahui hal-hal yang bersifat
kuantitatif. Untuk mencari tahun berapa banyak pengeluaran konsumsi oleh
pemerintah, GNP merupakan sumber yang dapat diandalkan.
Meskipun demikian,
GNP tidak memasukkan beberapa kegiatan ekonomi. Seorang pekerja yang tidak
dibayar tidak akan dihitung dalam GNP meskipun hasil kerjanya menambah output
nasional. Jadi, jika seorang siswa bekerja membantu orang tuanya menjaga warung
dan ia dibayar, maka pendapatannya termasuk ke dalam GNP.
Sebaliknya, jika
seorang siswa bekerja menjaga rumah tetangga tanpa dibayar, maka tidak ada
tambahan di dalam GNP.
Dari keterangan di
atas, kita bisa melihat bahwa untu menghitung GNP kita harus melihat pada empat
hal, yaitu pengeluaran konsumen rumah tangga, produsen, pemerintah, dan ekspor
impor. Meskipun demikian, ada cara lain untuk mengukur GNP, yaitu dengan
menghitung pendapatannya. Bila GNP dihitung dengan cara ini, maka ada empat
jenis pendapatan yang dihitung, yaitu:
1. Gaji, termasuk semua jenis pendapatan buruh.
2. Bunga yang diperoleh oleh rumah tangga.
3. Sewa yang diterima oleh individu sebagai pembayaran sewa
toko, rumah, dan lain-lain.
4. Keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan.
B. Produk Domestik Bruto
(PDB) = Gross Domestic Product (GDP)
Jika kamu diminta untuk menilai kondisi
keuangan seseorang, maka hal yang pertama kali kamu lihat adalah berapa banyak
uang yang dimiliki atau berapa banyak pendapatannya. Orang yang memiliki
pendapatan tinggi relatif mudah untuk mencukup berbagai kebutuhan hidup dan
menikmati gaya hidup mewah. Jadi, orang yang memiliki pendapatan tinggi akan
menikmati standar hidup yang tinggi berarti rumah yang bagus dan besar,
perawatan kesehatan yang bermutu tinggi, mobil yang bagus, sekolah dengan mutu
baik, berekreasi ke tempat yang menarik, dan lain-lain.
Logika yang sama
juga berlaku pada perekonomian negara. Untuk melihat apakah suatu negara kaya
atau miskin, pertama yang kita lihat adalah berap banyak pendapatan total semua
orang yang tinggal di negara tersebut. Itulah yang dihitung dalam konsep PDB
atau GDP.
Produk Domestik
Bruto atau GDP adalah nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu
negara selama satu periode tertentu. Meskipun demikian, sebenarnya GDP
menghitung dua hal sekaligus, yakni pendapatan total setiap orang dalam suatu
perekonomian, serta pengeluaran total atas seluruh output (berupa barang dan
jasa) dari perekonomian negara tersebut.
GDP berbeda dengan
GNP karena GDP tidak memperhitungkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh
penduduk negara bersangkutan yang berada di luar negeri. Namun, GDP memperhitungkan produksi yang dihasilkan oelh
warga negara asing yang berada di negara tempat ia tinggal. Barang dan jasa
yang dihasilkan oleh orang asing akan dikembalikan ke negara asalnya, dan transaksinya
dinamakan "pembayaran ke luar negeri".
Menghitung GDP
Cara menghitung GDP
secara sederhana juga ada dua.
1. Menjumlahkan pengeluaran total yang dilakukan oleh rumah
tangga.
2. Menjumlahkan pendapatan total berupa upah, sewa, dan laba
yang dibayarkan oleh perusahaan.
3. Menjumlahkan nilai tambah barang dan jasa yang
diproduksi.
Meskipun demikian,
ada beberapa hal yang tidak dapat dihitung oleh GDP. Karena GDP menggunakan
harga pasar untuk menilai berbagai barang dan jasa, maka GDP tidak mampu
mengukur nilai berbagai hal penting yang tidak masuk ke pasar. Secara khusus,
GDP menghilangkan nilai barang dan jasa yang diproduksi di rumah. Masakan yang
dibuat di restoran oleh koki ikut menjadi bagian dari GDP. Namun, ibu memasak
makanan di rumah tidak ikut dimasukkan ke dalam perhitungan GDP. Ketika seorang
anak dirawat di rumah sakit, maka biayanya ikut dihitung dalam GNP. Namun bila
perawatan anak yang sakit itu dilakukan di rumahnya, maka perawatannya tidak
dihitung dalam GDP.
Hal lain yang tidak
dimasukkan ke dalam penghitungan GDP adalah kualitas lingkungan hidup.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika pemerintah menghapus semua peraturan
perlindungan lingkungan hidup untuk memacu produksi barang dan jasa. Perusahaan
akan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan produksi tanpa mempedulikan
lingkungan hidup. GDP akan naik, namun pada saat yang bersamaan pencemaran
lingkungan akan naik juga. Kalau hal ini terjadi, kemungkinan kesejahteraan
penduduk juga akan merosot.
C.
Produk Nasional Netto (PNN) = Net National Product (NNP)
Pada
dasarnya, nilai suatu benda dalam jangka waktu tertentu dapat menurun karena
terus menerus dipakai. Misalnya mobil. Harga mobil yang telah dipakai setahun
tentu saja berbeda dengan mobil yang baru saja keluar dari pabrik dan belum
pernah dipakai sebelumnya. GNP tidak memperhitungkan hal ini. GNP tidak
memperhitungkan depresiasi atau penyusutan nilai dari suatu barang tertentu.
Karena itulah ada
istilah Produk Nasional Netto (PNN) atau Net National Product (NNP).
Produk Nasional
Netto atau NNP adalah GNP dikurangi penyusutan barang-barang modal yang ada
selama satu periode tertentu. Jumlah NNP sama dengan jumlah pendapatan Rumah
Tangga Konsumsi sebagai imbalan atas penyerahan faktor produksi sehingga NNP
disebut juga dengan Pendapatan Nasional Netto atau NNI (Net National Income).
Namun demikian, jumlah ini belum seluruhnya diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi
(pemilik faktor produksi) sebab masih harus dikurangi lagi dengan pajak tidak
langsung.
D. Pendapatan Nasional
(PN) = National Income (NI)
Pendapatan Nasional
adalah NNP atau NNI dikurangi pajak tidak langsung. Jumlah inilah yang diterima
oleh Rumah Tangga Konsumsi (pemilik faktor produksi). Dengan kata lain,
Pendapatan Nasional adalah imbalan yang diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi
dalam suatu negara atas penyerahan faktor-faktor produksi selama satu periode.
Seperti GNP dibagi
dalam empat area aktivitas ekonomis, NI dibagi menjadi lima tipe pendapatan,
yaitu:
1. Upah dan gaji yang dibayarkan kepada pekerja.
2. Pendapatan yang didapat oleh seorang wiraswasta atau
individu, termasuk petani dan pemilik perusahaan perseorangan.
3. Pendapatan dari sewa
4. Keuntungan perusahaan
5. Bunga dari simpanan dan investasi yang diterima oleh
individu.
E. Pendapatan
Perseorangan (PP) = Personal Income (PI)
Pendapatan
perseorangan atau PI adalah NI dikurangi jaminan sosial, laba ditahan, pajak
laba perusahaan, ditambah pembayaran pindahan (transfer payment).
Yang dimaksud
dengan pembayaran pindahan adalah pembayaran untuk kesejahteraan atau tunjangan
lain, seperti kompensasi untuk pengangguran, jaminan sosial, dan asuransi
kesehatan, yang diperuntukkan bagi individu yang diatur oleh negara. Pembayaran
pindahan ini menambah penghasilan seseorang, namun tidak dapat dikatakan bahwa
produktifitas orang tersebut bertambah sejumlah pembayaran pindahan tersebut.
F. Pendapatan Bebas (PB)
= Disposable Income (DI)
Pendapatan Bebas
atau DI adalah pendapatan yang betul-betul menjadi hak mutlak penerima, atau
dengan kata lain pendapatan yang siap dibelanjakan dengan bebas. Besar
Pendapatan Bebas sama dengan PI dikurangi pajak tidak langsung.
Referensi :