Minggu, 25 Maret 2018

Kasus Pajak, Direktur di Semarang Dihukum 7 Bulan Penjara

Kasus Pajak, Direktur di Semarang Dihukum 7 Bulan Penjara

Semarang - Direktur sebuah perusahaan jasa transportasi, CV. Bumi Raya dihukum 7 bulan penjara dan denda Rp 11,74 miliar terkait tindak pidana perpajakan. Terdakwa bernama Soetijono (64) itu menyampaikan surat pemberitahuan (SPT) masa pajak pertambahan nilai (PPN) dengan isi yang tidak sesuai kenyataan.
Hukuman tersebut diketok majelis hakim yang diketuai hakim Moh. Zaenal Arifin di Pengadilan Negeri Semarang, Rabu (9/11/2016). Hakim menilai Soetijono terbukti menyampaikan SPT masa PPN masa pajak Januari-Desember 2007 dengan tidak benar.
Perbuatan curang ini dilakukan Soetijono dengan membuat faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi ekonomi yang sebenarnya. Selain itu berdasarkan keterangan saksi dari pihak-pihak perusahaan, tidak ada yang melakukan transaksi jual beli dengan CV Bumi Raya dalam perkara itu.
Soetijono terbukti melakukan tindak pidana melanggar Pasal 39 ayat (1) huruf c jo pasal 43 Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang telah diubah dengan UU RI Nomor 16 tahun 2000.
"Perbuatannya merugikan negara sebesar Rp 5,8 miliar," kata pelaksana tugas Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I, Dasto Ledyanto dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (10/11/2016).
Dasto mengatakan tidak hanya perkara tersebut yang prosesnya terus berlanjut. Saat ini Kanwil DJP Jawa Tengah I sedang melaksanakan pemeriksaan bukti permulaan terhadap 16 wajib pajak.
"Kami juga melaksanakan penyidikan terhadap 8 wajib pajak," kata Dasto.
Dasto menjelaskan, dengan berlakunya UU RI nomor 11 tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak, setiap wajib pajak berhak mendapatkan pengampunan pajak.
Namun hal ini tidak berlaku bagi wajib pajak yang sedang menjalani penyidikan dan berkas penyidikan sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan. Pengampunan pajak juga tidak berlaku terhadap wajib pajak yang sedang dalam proses peradilan, atau wajib pajak yang sedang menjalani hukuman pidana atas tindak pidana bidang perpajakan.
"Oleh sebab itu diimbau kepada wajib pajak baik yang sedang dilakukan proses pemeriksaan bukti permulaan maupun penyidikan untuk memanfaatkan Undang-Undang Pengampunan Pajak," jelas Dasto.


Analisis :
A.      Penghindaran pajak atau perlawanan terhadap pajak adalah hambatan-hambatan yang terjadi dalam pemungutan pajak sehingga mengakibatkan berkurangnya penerimaan kas negara. Perlawanan terhadap pajak terdiri dari perlawanan aktif dan perlawanan pasif.
·         Perlawanan pasif terhadap pajak
Perlawanan yang inisiatifnya bukan dari wajib pajak itu sendiri tetapi terjadi karena keadaan yang ada di sekitar wajib pajak itu. Hambatan-hambatan tersebut berasal dari struktur ekonomi, perkembangan moral dan intelektual penduduk, dan teknik pemungutan pajak itu sendiri.
·         Perlawanan aktif terhadap pajak
Perlawanan aktif adalah perlawanan yang inisiatifnya berasal dari wajib pajak itu sendiri. Hal ini merupakan usaha dan perbuatan yang secara langsung ditujukan terhadap fiscus dan bertujuan untuk menghindari pajak atau mengurangi kewajiban pajak yang seharusnya dibayar.
B.      Pengelakan Pajak (Tax Evasion)
Pengelakan pajak terjadi sebelum SKP dikeluarkan. Hal ini merupakan pelanggaran terhadap undang-undang dengan maksud melepaskan diri dari pajak/mengurangi dasar penetapan pajak dengan cara menyembunyikan sebagian dari penghasilannya. Wajib pajak di setiap negara terdiri dari wajib pajak besar (berasal dari multinational corporation yang terdiri dari perusahaan-perusahaan penting nasional) dan wajib pajak kecil (berasal dari profesional bebas yang terdiri dari dokter yang membuka praktik sendiri, pengacara yang bekerja sendiri, dll).
Kecenderungan wajib pajak melakukan penghindaran atau pengelakan pajak (dengan asumsi negara yang mempunyai sistem penegakan hukum yang bagus dan orang-orang yang tidak mudah disuap).
·         Wajib Pajak Besar
Wajib pajak besar memiliki kecenderungan untuk melakukan penghindaran pajak (Tax Avoidance). Karena:
·         Perusahaan besar memiliki biro-biro hukum atau tim lawyer yang tangguh yang mampu mencari celah dalam undang-undang pajak.
·         Pembukuan dilakukan oleh banyak orang sehingga risiko terjadinya kebocoran juga besar.
·         Jika wajib pajak besar ingin melakukan pengelakan pajak, mereka harus memperkecil keuntungannya di mata publik. Perusahaan yang labanya kecil, performancenya akan turun sehingga harga sahamnya turun. Hal ini mengakibatkan pamornya turun di depan relasi dagangnya. Sehingga mereka akan kehilangan relasi yang mengakibatkan kerugian yang lebih besar dibandingkan pengurangan tarif pajak.
·         Wajib Pajak Kecil
Wajib pajak kecil cenderung melakukan pengelakan pajak (Tax Evasion). Karena:
·         Tidak punya kemampuan untuk mencari celah undang-undang pajak.
·         Apabila dokter/profesional bebas menyembunyikan sebahagian pendapatannya, kecil kemungkinan diketahui oleh fiscus karena dia sendiri yang mencatat penghasilannya.
·         Penghasilan para profesional bebas sulit dilacak oleh fiscus karena biaya yang dibayar oleh pasien kepada dokter tidak mengurangi penghasilan kena pajak seseorang. Biaya tersebut dianggap sebagai konsumsi.
C.      Akibat-Akibat Pengelakan Pajak
·         Dalam bidang keuangan
Pengelakan pajak merupakan pos kerugian bagi kas negara karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara anggaran dan konsekuensi-konsekuensi lain yang berhubungan dengan itu, seperti kenaikan tarif pajak, keadaan inflasi, dll.
·         Dalam bidang ekonomi
Pengelakan pajak sangat memengaruhi persaingan sehat di antara para pengusaha. Maksudnya, pengusaha yang melakukan pengelakan pajak dengan cara menekan biayanya secara tidak wajar. Sehingga, perusahaan yang mengelakkan pajak memperoleh keuntungan yang lebih besar dibandingkan pengusaha yang jujur. Walaupun dengan usaha dan produktifitas yang sama, si pengelak pajak mendapat keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan pengusaha yang jujur.
Pengelakan pajak menyebabkan stagnasi (macetnya) pertumbuhan ekonomi atau perputaran roda ekonomi. Jika mereka terbiasa melakukan pengelakan pajak, mereka tidak akan meningkatkan produktifitas mereka. Untuk memperoleh laba yang lebih besar, mereka akan melakukan pengelakan pajak.
Langkanya modal karena wajib pajak berusaha menyembunyikan penghasilannya agar tidak diketahui fiscus. Sehingga mereka tidak berani menawarkan uang hasil penggelapan pajak tersebut ke pasar modal.
·         Dalam bidang psikologi
Jika wajib pajak terbiasa melakukan penggelapan pajak, itu sama saja membiasakan untuk selalu melanggar undang-undang. Jika wajib pajak menggelapkan pajak, maka wajib pajak mendapatkan keuntungan bersih yang lebih besar. Jika perbuatannya melangggar undang-undang tidak diketahui oleh fiscus, maka dia akan senang karena tidak terkena sangsi dan menimbulkan keinginan untuk mengulangi perbuatannya itu lagi pada tahun-tahun berikutnya dan diperluas lagi tidak hanya pada pelanggaran undang-undang pajak, tetapi juga undang-undang yang lainnya.
·         Melalaikan Pajak
Melalaikan pajak terjadi setelah SKP keluar. Melalaikan pajak adalah menolak membayar pajak yang telah ditetapkan dan menolak memenuhi formalitas-formalitas yang harus dipenuhi oleh wajib pajak dengan cara menghalangi penyitaan.
·         Jika wajib pajak telah menerima SKP, maka dia harus membayar pajak sesuai dengan SKP tersebut.
·         Jika wajib pajak tidak melakukannya, maka fiscus akan mengirim surat teguran.
·         Jika belum dibayar juga, maka diterbitkanlah surat paksa yang kekuatannya sama dengan putusan pengadilan yang berlaku.
·         Setelah 2 x 24 jam wajib pajak belum membayar juga, maka diterbitkan surat penyitaan yaitu surat perintah untuk melakukan penyitaan pada harta wajib pajak itu.

D.      Kompensasi Pajak
Secara Negatif
Reaksi lain sebagai gejala perlawanan terhadap pajak yaitu kompensasi pajak secara negatif. Kompensasi pajak secara negatif yaitu: melepaskan pekerjaan sampingan untuk menghindari tarif pajak yang lebih tinggi.
Secara Positif
Kompensasi pajak secara positif bukan merupakan perlawanan terhadap pajak. Hal ini bahkan menguntungkan bagi kas negara.
Kesimpulan :
Pajak adalah penghasilan untuk negara kita, jadi bagi semua yang telah wajib pajak seharusnya bisa memenuhi pembayaran pajak yang telah diatur oleh pemerintah. Karena untuk memenuhi kas negara agar bisa mensejahterakan rakyat.

Kamis, 27 April 2017

Perdagangan Internasional

1. Pendapat tentang perdagangan internasional di era globalisasi
Diera globalisasi atau kebebasan,dimana setiap Negara didalam melakukan perdagangan tidak lagi dibatasi oleh batas teritori,maka kita dituntut untuk mampu berkompetisi dan berinovasi agar dapat bertahan dan tidak terpuruk dalam era globalisasi.dan salah satu teori perdagangan internasional yang perlu kita terapkan adalah dari:
Adam Smith(teori keunggulan mutlak),yaitu Negara akan memperoleh keunggulan mutlak,dikarenakan Negara tersebut mampu memproduksi barang dan jasa dengan biaya lebih rendah dari Negara lain.maupun terori dari.
Ricardian(kelebihan komparatif),yaitu Negara mengkhususkan dalam memproduksi apa yang mereka paling baik produksi.
dari kedua teori diatas kita akan gabungkan,bahwa kita akan memproduksi barang dan jasa dengan biaya relative rendah,tapi dengan kualitas baik dan benar-benar mempunyai keunggulan baik kualitas maupun kuantitas.insyaallah kita akan bisa bersaing dan bertahan di Era Globalisasi ini.
2. Penjelasan mengapa dolar menjadi standar pembayaran internasional
Bahwa pada akhir perang dunia ke-2, negara Eropa dan dunia mengalami kehancururan dan Amerika Serikat yang tidak ikut jatuh miskin memutuskan untuk membantu negara-negara tersebut dalam bentuk memberikan hutang atau pinjaman. Pinjaman tersebut dalam bentuk mata uang dolar. Dan sebagai jaminannya, negara-negara yang mau hutang harus menyerahkan emas kepada Amerika Serikat. Dengan begitu otomatis Amerika hampir menguasai emas seluruh dunia. Secara praktis, pasti dong jadilah dolar yang disokong emas dan dolar pula lah yang saat itu dipercaya sebagai mata uang. Dan Untuk menjadi mata uang internasional dibutuhkan pemilik yang kuat,dan hingga saat ini saya rasa hanya Amerika serikat dengan US Dolarnya lah yang merupakan Negara Terkuat,stabilitas Politik,Ekonomi,dan keamanannya terjaga.walaupun Ekonominya mulai diimbangi Tiongkok,tapi tidak semudah itu menggeser US Dolar karena jika hanya Kuat Mata Uangnya saja tanpa diimbangi kondisi Negara yang Stabil,semua akan sia-sia.Karena menjadi Mata Uang internasional dibutuhkan Kepercayaan Dunia,agar Dunia mau menggunakannya,itulah menurut saya mengapa sampai kini US Dolar masih jadi alat pembayaran internasional.
3. Penjelasan apakah Mata uang Euro Bisa menggantikan Us Dolar
Secara Ekonomi Euro bisa saja menggantikan Dolar,karena Euro memiliki kapasitas yang cukup besar dalam siklus perdagangan,investasi,dan perekonomian internasional.secara internal nilai tukar Euro yang begitu kuat setidaknya mampu mendorong investor untuk memperbanyak investasinya.serta keberhasilan cost and benefit Euro pun telah banyak dirasakan oleh beberapa anggotanya,meskipun diantaranya masih harus menyesuaikan.Dan secara Politis saya rasa masih cukup meragukan bahwa Euro mampu menjadi mata uang alternatif mengantikan US Dolar,karena mencari mata uang alternatif bukan hanya mengacu pada pertimbangan ekonomis,namun factor Politis akan tetap menjadi kekuatan dan legalitas dalam hubungan ekonomi politis.dan dalam teori keuangan internasional uang tidak hanya dianggap sebagai alat tukar dalam kepentingan ekonomi semata,namun sebagai alat untuk membentuk hegemoni,untuk mengendalikan interaksi struktur-struktur politik.dalam hal ini yang diperlukan adalah Political will dari negaraa/komunitas pemilik mata uang.

4. Prospek Rupiah bisa menduniab
Untuk jangka pendek mungkin Rupiah belum bisa berbuat apa-apa,tapi tidak menutup kemungkinan kelak Rupiah bisa menjadi mata uang dunia,asalkan ada peningkatan dan kestabilan kesejahteraan ekonomi serta didukung oleh kemajuan negara dan SDM yang ada di dalamnya.dan semua itu bisa terlaksana jika ada komitmen dan dukungan dari semua komponen Bangsa.
daftar pustaka
https://www.google.com.hk/amp/s/bopeng45blog.wordpress.com/2016/07/03/soal-dan-jawaban-perdagangan-internasional/amp/

Sabtu, 22 April 2017

PEREKONOMIAN INDONESIA

1.        1. Kekurangan dan Kelebihan masing-masing sektor
-          Sektor Pertanian
Kelebihan : memiliki elastisitas permintaan yang rendah, artinya harga berubah berapapun orang akan tetep membeli produk pertanian
Kekurangan : produksi nya konstan, sangat sulit ditingkatkan dan memiliki investasi yang mahal

-          Sektor Jasa
Kelebihan : dapat meraih keuntungan tinggi dengan frekuensi aktivitas yang lebih sering
Kekurangan : pada pasar persaingan sempurna, tiap orang akan berkompetisi untuk menurunkan harga serendah mungkin, hal ini karena elastisitas permintaan yang tinggi, atau saat harga berubah sedikit maka permintaan akan berubah drastis 

-          Sektor Industri
Kelebihan : Merupakan salah satu penopang perekonomian bangsa karena skala nya yang sangat besar, mengurangi pengangguran, transfer teknologi
Kekurangan :  investasi yang tinggi, dan sangat sensitif terhadap kondisi makro seperti deflasi
2. Hubungan antara pembangunan dangan perubahan struktur ekonomi 

   Menurut pendapat saya pembangunan tanpa adanya perubahan struktur ekonomi tentu tidak bisa. Karena dari masa ke masa pasti akan terjadi perubahan dan sifatnya dinamis. Setiap pergantian kepemerintahan suatu negara pasti juga akan mengalami perubahan, karena pemerintah yang baru akan merevaluasi atau mengoreksi pembangunan yang terjadi pada masa sebelumnya dan terjadilah perubahan. 
Dalam pembangunan akan terjadi perubahan struktur ekonomi di suatu negara. Yang dimaksud dengan struktur ekonomi adalah pembagian dua bidang ekonomi. Pertama, ada yang membaginya berdasarkan tiga sektor  bidang yang berbeda yaitu sektor pertanian, sektor industri, sektor jasa. Bidang kedua berdasarkan sektor yang utama sampai dengan sektor pelengkap yaitu sektor primer yang terdiri atas pertanian, kehutanan perikanan dan pertambangan; sektor sekunder yang terdiri atas bidang pengangkutan dan perhubungan, pemerintahan, perdagangan, dan jasa-jasa perseorangan.
   Teori perubahan struktural menitik beratkan pembahasan pada mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh Negara berkembang, yang semula lebih bersifat subsisten dan menitikberatkan pada sektor pertanian menuju ke struktur perekonomian yang lebih modern dan didominasi oleh sektor-sektor non primer. 

3. Pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan tanpa menghiraukan kelestarian lingkungan 

   Menurut pendapat saya seharusnya tidak boleh hanya melakukan pembangunan untuk mengejar pertumbuhan dengan tidak menghiraukan kelestarian linkungan. Jika ingin melakukan pembangunan patutlah kita memikirkan resiko yang akan timbul atau dampaknya pada lingkungan. Memang kita harus mengejar pembangunan untuk dapat meningkatkan pertumbuhan. Tumbuhnya pabrik-pabrik lokal maupun asing di Indonesia juga berdampak pada bertambahnya lapangan pekerjaan sehingga pertumbuhan ekonomi pun otomatis juga akan meningkat. Tapi yang mengecewakan ketika beberapa pabrik-pabrik tersebut tidak menghiraukan kelestarian lingkungan alam dengan membuang limbah cair ke sungai tanpa proses pengelolaan limbah yang berwawasan lingkungan. Hal ini akan merugikan manusia dan juga ekosistem di sekitar lingkungan tersebut. Salah satu hal yang diupayakan pemerintah dalam mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan cara memusatkan pabrik-pabrik dalam satu kawasan yang disebut kawasan industri. Di Indonesia ada banyak kawasan industri, misalnya kawasan industri gresik, kawasan industri rungkut dan masih banyak lagi. Langkah ini dirasa efektif dalam mengurangi kerusakan lingkungan alam karena industri-industri besar dipusatkan dalam satu wilayah dan otomatis polusi yang dihasilkan tidak akan menyebar samppai permukiman penduduk. Biasanya suatu kawasan industri dilengkapi oleh sistem pengolah limbah, jadi dengan adanya sistem tersebut dampak negatif tersebut bisa diminimalkan.



daftar pustaka :

Senin, 10 April 2017

  1.  KAITAN ANTARA PENDUDUK, TENAGA KERJA, DAN PENGANGGURAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI

Menurut pendapat saya Studi yang dilakukan oleh ekonom Arthur Okun mengindikasikan hubungan negatif antara pertumbuhan ekonomi dengan pengangguran, sehingga semakin tinggi tingkat pengangguran, semakin rendah tingkat pertumbuhan ekonomi. Semakin banyak jumlah penduduk di suatu Negara namun penduduknya tidak produktif untuk menjadi seorang tenaga kerja atau menjadi pengangguran, maka pertumbuhan ekonominya akan terhambat. Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia.


2. ALASAN INDONESIA MENGGUNAKAN INDIKATOR KEMISKINAN ABSOLUT 


            Menurut pendapat saya Indonesia menggunakan indikator kemiskinan absolut karena melihat setiap masyarakatnya dari kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok setiap masyarakat seperti sandang, pangan, pemukiman, pendidikan dan kesehatan. Jika pendapatan seseorang dibawah pendapatan minimal untuk memenuhi kebutuhan pokok maka ia disebut miskin.  

Kemiskinan absolute dimana kemiskinan jenis ini berhubungan dengan garis kemiskinan yang didefinisikan secara internasional atau national pengukurnya, misalnya dengan pendapatan (1$) perhari. Orang yang pendapatannya di bahwa 1$ dapat di kategorikan sebagai kelompok orang miskin. Kelompok orang miskin karena adanya garis kemiskinan tersebut dikatakan sebagai miskin absolut. Kesulitan konsep kemiskinan absolute adalah menentukan komposisi tingkat kebutuhan minimum karena dua hal tersebut tidak hanya di suatu Negara adat kebiasaan saja tetapi juga oleh iklim tingkat kemajuan suatu Negara dan berbagai faktor ekonomi lainya.


3. LIMA PENYEBAB KEMISIKINAN

   Kemisikinan dapat disebabkan oleh beberapa penyebab berikut:

1.      Penyebab individual, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin.

2.  Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.

3. Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya.
                                                                                                     
4. Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi.

5. Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.


sumber:

Buku Perekonomian Indonesia, karya : Dumairy, Erlangga 1997

Minggu, 02 April 2017

PEMBANGUNAN EKONOMI

Sumber Pembiayaan Pembangunan
Menurut Sukirno dan Wiranto, sumber dana untuk pembangunan dibedakan menjadi dua sumber, yaitu sumber dalam negeri dan luar negeri. Sumber pembiayaan dari dalam negeri adalah sebagai berikut :
a.       Tabungan Sukarela Masyarakat
Tabungan sukarela adalah bagian dari pendapatan yang diterima masyarakat yang dengan sukarela tidak digunakan untuk konsumsi. Tujuannya misalnya sekedar untuk disimpan (bourding), ditabung di lembaga keuangan, di pinjamkanpada anggota masyarakat yang lain, serta untuk penanaman modal yang produktif serta ditabung di lembaga keuangandan dialirkan kepada pemakai modal untuk penanaman modal produktif.
b.      Tabungan Pemerintah
Tabungan Pemerintah adalah keseluruhan pendapatan pemerintah (dari pajak dan pendapatan lain) dikurangi dengan pengeluaran rutin. Untuk meningkatkan tabungan pemerintah terdapat dua cara. Pertama mencari sumber-sumber penerimaan pajak baru, dan kedua memperbaiki administrasi pungutan pajak.
c.       Tabungan Paksa
Tabungan paksa ini didasari oleh anggaran yang defisit. Untuk menanggulangi defisit anggaran pemerintah memerlukan pinjaman ke masyarakat, badan –badan keuangan di luar bank komersial (perusahaan asuransi, pasar modal, dan sebagainya), bank komersial dan bank sentral serta dengan mencetak uang baru. Hal ini bisa berakibat naiknya angka inflasi. Oleh karena itu, pengarahan dana pembangunan yang demikian dinamakan sebagai tabungan paksa (fotced seving).
d.      Hasil dari Perdagangan Luar Negeri
Hasil dari perdagangan luar negeri akan diperoleh bila penerimaan lebih besar dari pengeluaran. Artinya, jumlah ekspor harus lebih besar dibandingkan jumlah impor.
Pembangunan Berwawasan Lingkungan
·         Menghormati dan memelihara Komunitas Kehidupan
·         Memperbaiki Kualitas Hidup manusia
·         Melestarikan daya Hidup dan Keragaman Bumi
·         Menghindari Pemborosan Sumber daya yang tidak dapat deperbaharui
·         Berusaha tidak melampaui Kapasitas daya dukung Bumi
·         Mengubah sikap dan Gaya Hidup orang per orang
·         Mengdukung Kreativitas Masyarakat untuk memelihara lingkungannya Sendiri
·         Menyediakan Kerangan Kerja Nasional yang memadukan upaya Pembangunan dan Pelestarian
·         Menciptakan Kerja sama Global
Contoh Pembangunan Berwawasan Lingkungan
1.       Membuat pembangunan hotel dan kawasan hiburan di tepi pantai, tetapi tidak merusak hutan mangrove di sekitarnya.
2.       Pembangunan yang bermanfaatkan lingkungan sekitar tanpa merusaknya, misalnya membuat rumah yang memanfaatkan cahaya matahari sebagai penerangan, pepohonan disekitar rumah sebagai penyejuk dan memanfaatkan air hujan sebagai air siram tanaman.
3.       Memanfaatkan sampah bekas sebelum di buang dan menggunakan sebagai barang kerajinan.
4.       Summerecon Bekasi akan menjadi ikon kawasan hunian dan komersial terbaik di Bekasi.
5.       Unnes memiliki pilar konservasi yaitu Green Architecture (arsitektur hijau)
Komponen Pendapatam Nasional

  Dalam perhitungan pendapatan nasional, dikenal beberapa komponen. Berikut pembahasan masing-masingnya.

A.     Produk Nasional Bruto (PNB) = Gross National Product (GNP)

   GNP merupakan standar umum untuk mengukur kegiatan ekonomi dalam suatu negara. Di dalam Produk Nasional Bruto atau GNP, nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara selama satu periode tertentu dihitung untuk melihat besarnya pendapatan nasional.
   Yang dihitung dalam GNP adalah produksi yang dilakukan oleh penduduk negara yang bersangkutan, baik yang berada di dalam maupun di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang asing yang sedang berada di negara tersebut tidak dihitung. Namun, barang dan jasa yang dihasilkan penduduk negara tersebut di luar negeri akan diterima kembali dan transaksi penerimaan kembali itu disebut sebagai "pembayaran luar negeri."
   Barang dan jasa yang dihitung dengan menggunakan GNP adalah hanya barang dan jasa yang final atau akhir saja. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi perhitungan berulang. Contoh: kita tidak menambahkan harga sebuah chip pada harga sebuah komputer. Namun, harga yang harus dibayar oleh konsumen pembeli komputer itu sudah termasuk harga chip tersebut.
   GNP juga hanya memperhitungkan barang-barang yang baru saja. Penjualan mobil bekas atau penjualan telepon selular second, tidak diperhitungkan dalam GNP. Hal ini dilakukan karena semacam itu tidak menambah produksi negara, namun hanya memindahtangankan produk dari satu orang ke orang yang lain.

Menghitung GNP
    Dalam menghitung GNP, para ahli ekonomi, mengukur aktivitas ekonomi dalam empat hal, yaitu:
1. Pengeluaran Konsumen
   Yang digolongkan dalam kegiatan konsumen merupakan barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen untuk kegunaan langsung mereka. Contohnya: sabun, sikat gigi, dan sebagainya.
2. Pengeluaran Produsen atau Bisnis
   Dalam melakukan bisnisnya, para produsen melakukan berbagai aktivitas ekonomi dengan menggunakan berbagai peralatan, mesin-mesin, bangunan, dan sebagainya yang digunakan untuk memproduksi barang.
3. Pengeluaran Pemerintah
   Untuk menggerakkan kegiatan ekonomi, pemerintah memproduksi dan membeli berbagai jasa dan barang. Barang dan jasa itu beragam, mulai dari peralatan kantor hingga pesawat terbang.
4. Pengeluaran untuk pembelian barang dan jasa ekspor (Ekspor Netto)
   Ekspor Netto merupakan selisih antara ekspor dan impor. Angka ini bisa positif, juga bisa negatif. Tergantung apakah negara itu lebih banyak mengekspor daripada mengimpor ataukah lebih banyak mengimpor daripada mengekspor.
   Perlu untuk diingat bahwa statistik yang digunakan untuk mengukur GNP hanya bisa akurat dalam beberapa hal saja. GNP bagus untuk mengetahui hal-hal yang bersifat kuantitatif. Untuk mencari tahun berapa banyak pengeluaran konsumsi oleh pemerintah, GNP merupakan sumber yang dapat diandalkan.
  Meskipun demikian, GNP tidak memasukkan beberapa kegiatan ekonomi. Seorang pekerja yang tidak dibayar tidak akan dihitung dalam GNP meskipun hasil kerjanya menambah output nasional. Jadi, jika seorang siswa bekerja membantu orang tuanya menjaga warung dan ia dibayar, maka pendapatannya termasuk ke dalam GNP.
   Sebaliknya, jika seorang siswa bekerja menjaga rumah tetangga tanpa dibayar, maka tidak ada tambahan di dalam GNP.
   Dari keterangan di atas, kita bisa melihat bahwa untu menghitung GNP kita harus melihat pada empat hal, yaitu pengeluaran konsumen rumah tangga, produsen, pemerintah, dan ekspor impor. Meskipun demikian, ada cara lain untuk mengukur GNP, yaitu dengan menghitung pendapatannya. Bila GNP dihitung dengan cara ini, maka ada empat jenis pendapatan yang dihitung, yaitu:
1. Gaji, termasuk semua jenis pendapatan buruh.
2. Bunga yang diperoleh oleh rumah tangga.
3. Sewa yang diterima oleh individu sebagai pembayaran sewa toko, rumah, dan lain-lain.
4. Keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan.

B.      Produk Domestik Bruto (PDB) = Gross Domestic Product (GDP)

   Jika kamu diminta untuk menilai kondisi keuangan seseorang, maka hal yang pertama kali kamu lihat adalah berapa banyak uang yang dimiliki atau berapa banyak pendapatannya. Orang yang memiliki pendapatan tinggi relatif mudah untuk mencukup berbagai kebutuhan hidup dan menikmati gaya hidup mewah. Jadi, orang yang memiliki pendapatan tinggi akan menikmati standar hidup yang tinggi berarti rumah yang bagus dan besar, perawatan kesehatan yang bermutu tinggi, mobil yang bagus, sekolah dengan mutu baik, berekreasi ke tempat yang menarik, dan lain-lain.
   Logika yang sama juga berlaku pada perekonomian negara. Untuk melihat apakah suatu negara kaya atau miskin, pertama yang kita lihat adalah berap banyak pendapatan total semua orang yang tinggal di negara tersebut. Itulah yang dihitung dalam konsep PDB atau GDP.
   Produk Domestik Bruto atau GDP adalah nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara selama satu periode tertentu. Meskipun demikian, sebenarnya GDP menghitung dua hal sekaligus, yakni pendapatan total setiap orang dalam suatu perekonomian, serta pengeluaran total atas seluruh output (berupa barang dan jasa) dari perekonomian negara tersebut.
   GDP berbeda dengan GNP karena GDP tidak memperhitungkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk negara bersangkutan yang berada di luar negeri. Namun, GDP  memperhitungkan produksi yang dihasilkan oelh warga negara asing yang berada di negara tempat ia tinggal. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang asing akan dikembalikan ke negara asalnya, dan transaksinya dinamakan "pembayaran ke luar negeri".

Menghitung GDP
  Cara menghitung GDP secara sederhana juga ada dua.
1. Menjumlahkan pengeluaran total yang dilakukan oleh rumah tangga.
2. Menjumlahkan pendapatan total berupa upah, sewa, dan laba yang dibayarkan oleh perusahaan.
3. Menjumlahkan nilai tambah barang dan jasa yang diproduksi.
   Meskipun demikian, ada beberapa hal yang tidak dapat dihitung oleh GDP. Karena GDP menggunakan harga pasar untuk menilai berbagai barang dan jasa, maka GDP tidak mampu mengukur nilai berbagai hal penting yang tidak masuk ke pasar. Secara khusus, GDP menghilangkan nilai barang dan jasa yang diproduksi di rumah. Masakan yang dibuat di restoran oleh koki ikut menjadi bagian dari GDP. Namun, ibu memasak makanan di rumah tidak ikut dimasukkan ke dalam perhitungan GDP. Ketika seorang anak dirawat di rumah sakit, maka biayanya ikut dihitung dalam GNP. Namun bila perawatan anak yang sakit itu dilakukan di rumahnya, maka perawatannya tidak dihitung dalam GDP.
   Hal lain yang tidak dimasukkan ke dalam penghitungan GDP adalah kualitas lingkungan hidup. Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika pemerintah menghapus semua peraturan perlindungan lingkungan hidup untuk memacu produksi barang dan jasa. Perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan produksi tanpa mempedulikan lingkungan hidup. GDP akan naik, namun pada saat yang bersamaan pencemaran lingkungan akan naik juga. Kalau hal ini terjadi, kemungkinan kesejahteraan penduduk juga akan merosot.

C.    Produk Nasional Netto (PNN) = Net National Product (NNP)

    Pada dasarnya, nilai suatu benda dalam jangka waktu tertentu dapat menurun karena terus menerus dipakai. Misalnya mobil. Harga mobil yang telah dipakai setahun tentu saja berbeda dengan mobil yang baru saja keluar dari pabrik dan belum pernah dipakai sebelumnya. GNP tidak memperhitungkan hal ini. GNP tidak memperhitungkan depresiasi atau penyusutan nilai dari suatu barang tertentu.
   Karena itulah ada istilah Produk Nasional Netto (PNN) atau Net National Product (NNP).
   Produk Nasional Netto atau NNP adalah GNP dikurangi penyusutan barang-barang modal yang ada selama satu periode tertentu. Jumlah NNP sama dengan jumlah pendapatan Rumah Tangga Konsumsi sebagai imbalan atas penyerahan faktor produksi sehingga NNP disebut juga dengan Pendapatan Nasional Netto atau NNI (Net National Income). Namun demikian, jumlah ini belum seluruhnya diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi (pemilik faktor produksi) sebab masih harus dikurangi lagi dengan pajak tidak langsung.

D.     Pendapatan Nasional (PN) = National Income (NI)
  Pendapatan Nasional adalah NNP atau NNI dikurangi pajak tidak langsung. Jumlah inilah yang diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi (pemilik faktor produksi). Dengan kata lain, Pendapatan Nasional adalah imbalan yang diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi dalam suatu negara atas penyerahan faktor-faktor produksi selama satu periode.
   Seperti GNP dibagi dalam empat area aktivitas ekonomis, NI dibagi menjadi lima tipe pendapatan, yaitu:
1. Upah dan gaji yang dibayarkan kepada pekerja.
2. Pendapatan yang didapat oleh seorang wiraswasta atau individu, termasuk petani dan pemilik perusahaan perseorangan.
3. Pendapatan dari sewa
4. Keuntungan perusahaan
5. Bunga dari simpanan dan investasi yang diterima oleh individu.

E.      Pendapatan Perseorangan (PP) = Personal Income (PI)
   Pendapatan perseorangan atau PI adalah NI dikurangi jaminan sosial, laba ditahan, pajak laba perusahaan, ditambah pembayaran pindahan (transfer payment).
   Yang dimaksud dengan pembayaran pindahan adalah pembayaran untuk kesejahteraan atau tunjangan lain, seperti kompensasi untuk pengangguran, jaminan sosial, dan asuransi kesehatan, yang diperuntukkan bagi individu yang diatur oleh negara. Pembayaran pindahan ini menambah penghasilan seseorang, namun tidak dapat dikatakan bahwa produktifitas orang tersebut bertambah sejumlah pembayaran pindahan tersebut.

F.       Pendapatan Bebas (PB) = Disposable Income (DI)

   Pendapatan Bebas atau DI adalah pendapatan yang betul-betul menjadi hak mutlak penerima, atau dengan kata lain pendapatan yang siap dibelanjakan dengan bebas. Besar Pendapatan Bebas sama dengan PI dikurangi pajak tidak langsung.

Referensi :

Kamis, 16 Maret 2017

SISTEM EKONOMI


Pengertian Sistem Ekonomi
Yang dimaksud sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran atau kesejahteraan.
Menurut Gilarso (1992:486) sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.
Sedangan McEachern berpendapat bahwa sistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom).
Berikut ini macam-macam sistem ekonomi yang berlaku di dunia :

1. SISTEM EKONOMI TRADISIONAL

Masyarakat yang mempunyai sistem ekonomi tradisional adalah masyarakat yang belum ada pembagian kerja, cara mendapatkan barang dengan barter (natura), belum mengenal uang sebagai alat pembayaran, produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri/masyarakat.
2. SISTEM EKONOMI KERAKYATAN

Sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia bardasar atas demokrasi ekonomi, artinyaproduksi dikerjakan oleh semua masyarakat, dan untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang. Sistem ekonomi di Indonesia berdasar Pancasila, UUD 1945, serta GBHN, sehingga disebut sebagai “sistem ekonomi berdasar demokrasi ekonomi Pancasila”.

3. SISTEM EKONOMI LIBERAL

Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem di mana negara memberi kebebasan kepada setiap orang untuk mengadakan kegiatan ekonomi. Sistem ini berdasar pada teori yang dikemukakan oleh Adam Smith (1723–1790) dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nations, yang diterbitkannya pada tahun 1776, dengan ajaran pokoknya memberikan kebebasan perseorangan di setiap sektor ekonomi.
4. SISTEM EKONOMI TERPUSAT/SOSIALIS
Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi di mana seluruh kebijakan perekonomian ditentukan oleh pemerintah sedangkan masyarakat hanya menjalankan peraturan yang ditentukan. Sistem ekonomi ini berdasar pada teori yang dikemukakan oleh Karl Marx dalam bukunya yang berjudul ‘Das Kapital’ tahun 1867. Jadi sistem ini lebih bersifat memerintah, karena campur tangan pemerintah di bidang ekonomi melakukan pembatasan-pembatasan atas kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.

5. SISTEM EKONOMI CAMPURAN (SOSIALIS DAN LIBERALIS)

Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem liberal dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang juga berarti garis antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Pada sistem ekonomi campuran, antara pemerintah dengan masyarakat atau swasta bersama-sama untuk ikut meningkatkan kegiatan perekonomian. Pemerintah sebagai pengendali dan stabilisator kegiatan ekonomi, sedangkan masyarakat diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

Landasan perekonomian di Indonesia.
Menurut Landasan idiil Sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila. Artinya sitem ekonomi itu berorientasi kepada :
1.       Ketuhanan Yang Maha Esa (Adanya moral agama,bukan materialisme)
2.       Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (Tanpa ada eksploitasi)
3.       Persatuan Indonesia (Adanya kebersamaan,kekeluargaan dan Nasionalisme)
4.       Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan( mementingkan hajat hidup orang banyak)
5.       Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia(Adanya kesetaraan)
Dengan demikian maka sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya etik dan moral agama, bukan materialisme); Kemanusiaan yang adil dan Beradab (tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi); Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan,Asas kekeluargaan, sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi dalam ekonomi); Kerakyatan (mengutamakan kehidupan ekonomi rakyuat dan hajat hidup orang banyak); serta Keadilan Sosial (persamaan/emansipasi, kemakmuran masyarakat yang utama  bukan kemakmuran orang-seorang).
Dari butir-butir di atas, keadilan menjadi sangat utama di dalam sistem ekonomi Indonesia. Keadilan merupakan titik-tolak, proses dan tujuan sekaligus.
Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal utama bertumpunya sistem ekonomi Indonesia yang berdasar Pancasila, dengan kelengkapannya, yaitu Pasal-pasal 18, 23, 27 (ayat 2) dan 34.
Berdasarkan TAP MPRS XXIII/1966, ditetapkanlah butir-butir Demokrasi Ekonomi (kemudian menjadi ketentuan dalam GBHN 1973, 1978, 1983, 1988), yang meliputi penegasan berlakunya Pasal-Pasal 33, 34, 27 (ayat 2), 23 dan butir-butir yang berasal dari Pasal-Pasal UUDS tentang hak milik yuang berfungsi sosial dan kebebasan memilih jenis pekerjaan. Dalam GBHN 1993 butir-butir Demokrasi Ekonomi ditambah dengan unsur Pasal 18 UUD 1945. Dalam GBHN 1998 dan GBHN 1999, butir-butir Demokrasi Ekonomi tidak disebut lagi dan diperkirakan /dikembalikan ke dalam Pasal-Pasal asli UUD 1945.
Landasan normatif-imperatif ini mengandung tuntunan etik dan moral luhur, yang menempatkan rakyat pada posisi mulianya, rakyat sebagai pemegang kedaulatan, rakyat sebagai ummat yang dimuliakan Tuhan, yang hidup dalam persaudaraan satu sama lain, saling tolong-menolong dan bergotong-royong.

Pengambilan Kebijakan yang Lebih Penting Dalam Pembangunan
  Pertumbuhan ekonomi mempunyai arti penting. Petumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama atau suatu keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Karena jumlah penduduk bertambah setiap tahun yang dengan sendirinya kebutuhan konsumsin sehari-hari juga bertambah setiap tahun, maka dibutuhkan penambahan pendapatan setiap tahun. Jadi menurut saya, akan lebih baik jika lebih mementingkan pertumbuhan ekonomi terlebih dahulu. Ketika pertumbuhan ekonomi sudah tinggi, maka kelangsungan pemerataan pembangunan dapat dicapai.  

Jumat, 16 Desember 2016

Manajemen Pemasaran

I.                    MARKETING MIX
Pengertian Bauran Pemasaran [Marketing Mix] :
“Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the market.”(Marketing Management,1997) yang kurang lebih memiliki arti bauran pemasaran adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran.
Menurut Kotler (1997:92), Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the target market. yang kurang lebih memiliki arti bahwa bauran pemasaran adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju.
Menurut Stanton (1978) Bauran pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi dari 4 variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu produk, harga, kegiafan promosi dan sistem distribusi.
Dan untuk usaha jasa terdapat 7 unsur marketing mix (Marketing Mix-7p) yaitu: Produk, Price, Promotion, Place, Partisipant, Proses, Dan Physical Evidence.
1.       Product (produk)
Produk merupakan elemen penting dalam sebuah program pemasaran. Strategi produk dapat mempengaruhi strategi pemasaran lainnya. Pembelian sebuah produk bukan hanya sekedar untuk memiliki produk tersebut tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
2.       Price (Harga)
Menurut Monroe (2005) menyatakan bahwa harga merupakan pengorbanan ekonomis yang dilakukan pelanggan untuk memperoleh produk atau jasa. Selain itu harga salah satu faktor penting konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan transaksi atau tidak (Engel, Blackwell dan Miniard, 1996).
Harga dikatakan mahal, murah atau biasa-biasa saja dari setiap individu tidaklah harus sama, karena tergantung dari persepsi individu yang dilatar belakangi oleh lingkungan kehidupan dan kondisi individu (Schifman and Kanuk, 2001).
3.       Promotion (promosi)
Promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan informasi dari penjual kepada konsumen atau pihak lain dalam saluran penjualan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku. Melalui periklanan suatu perusahaan mengarahkan komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan masyarakat melalui media-media yang disebut dengan media massa seperti Koran, majalah, tabloid, radio, televise dan direct mail (Baker, 2000:7).
Media promosi yang dapat digunakan pada bisnis ini antara lain (1) Periklanan, (2) Promosi penjualan, (3) Publisitas dan hubungan masyarakat, dan (4) Pemasaran langsung. Penentuan media promosi yang akan digunakan didasarkan pada jenis dan bentuk produk itu sendiri.
4.       Place (Saluran Distribusi)
Kotler (2000: 96) menyatakan bahwa “Saluran distribusi terdiri dari seperangkat lembaga yang melakukan segala kegiatan (Fungsi) yang digunakan untuk menyalurkan produk dan status pemiliknya dari produsen ke konsumen”. Dari definisi diatas dapat diartikan bahwa saluran distribusi suatu barang adalah keseluruhan kegiatan atau fungsi untuk memindahkan produk disertai dengan hak pemiliknya dari produsen ke konsumen akhir atau pemakai
industri.
Distribusi berkaitan dengan kemudahan memperoleh produk di pasar dan tersedia saat konsumen mencarinya. Distribusi memperli hatkan berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk menjadikan produk atau jasa dipe roleh dan tersedia bagi konsumen sasaran.
5.       People (Partisipan)
Yang dimaksud partisipan disini adalah karyawan penyedia jasa layanan maupun
penjualan, atau orang-orang yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses layanan itu sendiri, misalnya dalam jasa kecantikan :diantaranya adalah para reception, dokter, dan beauty therapis.
6.       Process (Proses)
Proses adalah kegiatan yang menunjukkan bagaimana pelayanan diberikan kepada konsumen selama melakukan pembelian barang. Pengelola usaha melalui front liner sering menawarkan berbagai macam bentuk pelayanan untuk tujuan menarik konsumen. Fasilitas jasa konsultasi gratis, pengiriman produk, credit card, card member dan fasilitas layanan yang berpengaruh pada image perusahaan.
7.       Physical evidence (Lingkungan fisik)
Lingkungan fisik adalah keadaan atau kondisi yang di dalamnya juga termasuk suasana. Karakteristik lingkungan fisik merupakan segi paling nampak dalam kaitannya dengan situasi. Yang dimaksud dengan situasi ini adalah situasi dan kondisi geografi dan lingkungan institusi, dekorasi, ruangan, suara, aroma, cahaya, cuaca, pelatakan dan layout yang nampak atau lingkungan yang penting sebagai obyek stimuli (Belk 1974 dalam Assael 1992).
Dari ketujuh elemen marketing mix tersebut yang merupakan kunci sukses bagi sebuah usaha (jasa yang bertempat/salon/spa/warnet) diantaranya adalah kelengkapan produk layanan yang siap ditawarkan (one stop service), lokasi yang strategis, keramahan dan efektivitas pelayanan, tempat parkir yang memadai, dan fasilitas lain pendukung kenyamanan konsumen.
Barang yang berlaku dalam marketing mix
Untuk memenangkan persaingan pasar, dalam mengimplementasikan marketing mix dapat dilakukan dengan berbagai strategi pemasaran (marketing strategy). Akan tetapi, ketepatan perusahaan dalam menggunakan strategi marketing mix ini ditentukan oleh kualitas jasa atau barang yang ditawarkan (perceived service or product quality). Keberhasilan faktor ini dapat diukur dengan hal-hal berikut:

Kualitas barang atau jasa yang diterima pelanggan (product performance/service performance). Artinya, apa yang diterima pelanggan pada saat membeli atau menerima barang atau jasa perusahaan.
Produk atau jasa yang diharapkan pelanggan (customer expectation). Artinya apa yang dirasakan pelanggan sesuai dengan keinginan, kebutuhan, serta harapan atas barang atau jasa yang dibelinya.

Dan kualitas barang atau jasa yang ditawarkan perusahan, ditentukan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya. Menurut beberapa ahli pemasaran, paling tidak terdapat lima unsur yang menentukan kualitas barang atau jasa, di antaranya: Tangible (bukti nyata); Emphaty (empati); Reliability (keadaan); Responsive (daya tanggap); Assurance (jaminan atau kepastian).
II. Perusahaan yang Mengadakan Orientasi Pasar dengan yang Tidak Melakukan Orientasi Pasar
      Orientasi pasar merupakan sebuah filosofi bisnis dan proses perilaku pengelolaan bisnis. Dipandang sebagai sebuah filosofi, sebab orientasi pasar merupakan pola dari nilai-nilai dan kepercayaan yang membantu individu untuk memahami fungsi organisasi berdasarkan norma-norma tertentu. Oleh karena filosofi bisnis lebih menunjuk pada serangkaian tata nilai dan kepercayaan, sikap dan budaya perusahaan maka untuk memberikan kontribusi pada tataran operasional berupa serangkaian aktivitas-aktivitas pengelolan bisnis, orientasi pasar juga dipahami sebagai perilaku atau aktivitas-aktivitas. Pandangan serupa dikemukakan oleh Day (1994) bahwa orientasi pasar mencerminkan kompetensi dalam memahami pelanggan, karena itu mempunyai peluang memberi kepuasan pada pelanggan sama halnya dengan kemampuannya dalam mengenali gerak gerik pesaingnya. Perusahaan yang berhasil dalam mengendalikan pasar disebut sebagai “market drive firm” yaitu perusahaan yang selalu menempatkan orientasi pelanggan dan orientasi pesaing secara harmonis sehingga menghasilkan kinerja pemasaran yang lebih baik. Oleh karena itu, dimensi utama dalam orientasi pasar adalah orientasi pelanggan dan orientasi pesaing. Orientasi pelanggan merupakan pemahaman yang cukup terhadap para pembeli sasaran agar mampu menciptakan nilai yang lebih superior bagi mereka secara kontinyu dan menciptakan penampilan yang lebih superior bagi perusahaan. Dengan demikian orientasi pelanggan mengharuskan seorang penjual agar memahami mata rantai nilai keseluruhan seorang pembeli. Melalui orientasi pelanggan, perusahaan memiliki peluang untuk membentuk persepsi pelanggan atas nilai-nilai yang dibangunnya dan nilai-nilai yang dirasakan itu dan pada gilirannya akan menghasilkan kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Orientasi pesaing berarti pemahaman yang dimiliki penjual dalam memahami kekuatan-kekuatan jangka pendek, kelemahan-kelemahan, kapabilitas-kapabilitas dan strategi-strategi jangka panjang baik dari pesaing utamanya saat ini maupun pesaing-pesaing potensial utama. Oleh karena itu tenaga penjualan harus berupaya untuk mengumpulkan informasi mengenai pesaing dan membagi informasi itu pada fungsi-fungsi lain dalam perusahaan dan mendiskusikan dengan pimpinan perusahaan bagaimana kekuatan pesaing dan strategi yang mereka kembangkan. Keberhasilan perusahaan yang berorientasi pasar sangat ditentukan oleh kemampuannya melakukan koordinasi pemasaran, aktivitas antar fungsi-fungsi dalam organisasi, respon yang cepat terhadap perubahan lingkungan persaingan dan mengantisipasi setiap perubahan strateginya. Orientasi pasar menjadi sumber inspirasi perusahaan dalam melakukan cara-cara inovatif serta menjadi sumber keunggulan bersaing dalam meningkatkan kinerja perusahaan menjadi lebih baik.

II.                  PENGARUH HARGA
Harga Dapat Mendorong  Perusahaan untuk Membuat Barang
  Masalah harga dapat memberikan dorongan bagi produsen karena produsen memiliki prinsip ekonomi yaitu dengan cara menekan biaya produksi untuk menghasilkan barang produksi sesuai yang diharapkan.

Contoh tindakan produsen yang berdasarkan prinsip ekonomi, diantaranya ;
- Menggunakan bahan mentah berkualitas tinggi dengan harga murah
- Menetukan lokasi pabrik yang dekat dengan bahan baku
- Memilih dan menetapkan barang yang akan diproduksi
- Menetapkan jumlah tenaga kerja dan alat-alat produksi agar biaya produksi dapat ditekan serendah-rendahnya
- Membuat analisis kebutuhan pasar agar barang yang diproduksi dapat laku terjual
Produsen selalu mengusahakan agar hasil produksinya dibeli konsumen dengan harga terjangkau dengan mutu yang baik dan mampu bersaing
- Memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.

  b) Pengaruh Harga bagi Konsumen dalam Menetapkan Pembelinya
     Pengaruh harga bagi konsumen dalam menetapkan dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Faktor yang mempengaruhi konsumen dalam menetapkan pembelian :
Harga yang tidak tepat akan berakibat tidak menarik bagi para pembeli untuk  membeli barang tersebut. Penetapan harga jual barang yang tepat tidak juga selalu berarti bahwa harga haruslah ditetapkan rendah atau serendah mungkin.
Ketika harga naik produsen juga akan menaikkan produksi sedangkan konsumen akan mengurangi pembelian, sebaliknya jika harga turun produsen akan mengurangi produksi agar barangnya laku di pasar dan konsumen akan membeli ataupun mengkonsumi lebih banyak.
Banyaknya perusahaan perusahaan lain dalam binis menyebabkan terjadinya persaingan yang tinggi untuk dapat menjaga posisinya dan bertahan, perusahaan harus memahami karakteristik konsumen mereka dan memahami bagaimana konsumen dalam memutuskan pembelian, dengan memahami perilaku konsumen dalam proses pengambil keputusan, maka perusahaan akan dapat mempengaruhinya, sehingga konsumen tersebut nantinya akan menggunakan produk mereka.
Sering dijumpai bahwa apabila harga barang tertentu itu rendah maka banyak konsumen justru tidak senang karena dengan harga yang murah itu maka semua orang dapat memakai barang tersebut. Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan penjualan, sedang unsur lain hanyalah unsur biaya saja. Walaupun penetapan harga merupakan persoalan penting, masih banyak perusahaan yang kurang sempurna dalam menangani permasalahan penetapan harga tersebut. Tingkat harga yang ditetapkan perusahaan berperan bagi konsumen dalam menentukan keputusan pembeliannya, karena dalam keputusan pembeliannya konsumen mengharapkan kualitas dan performa sesuatu produk atau jasa, harga dan biaya yang tidak terlalu mahal dalam artian sepadan dengan kualitas produk, keuntungan sosial sebagai hasil dari pembelian tersebut.

Sember referensi: